Cuaca Dingin Ini, Kick and Rush Ini

thumbnailIlustrasi (detiksport/a2s)
Beberapa tahun silam seorang sahabat lama dari Indonesia datang berkunjung menginap di rumah kami di London menjelang Natal hingga Tahun Baru. Salah satu yang ia inginkan dalam kunjungannya adalah nonton bola langsung di stadion.

"Lagi ramai-ramainya nih, Banyak pertandingan. Kapan lagi," katanya saat itu mengajak saya.

Saya sebenarnya agak malas. Walau sahabat saya benar, bahwa jadwal kompetisi lagi padat-padatnya dan seru-serunya di Inggris, berbeda dengan Eropa Daratan yang libur, saya jarang menonton sepakbola langsung di stadion di saat-saat itu. Transportasi umum kurang nyaman karena frekuensi agak berkurang dan saya tidak terlalu tahan dingin.

Demi sahabat, dan juga sopan santun, saya mengalah. Walau kemudian saya usulkan untuk menonton yang dekat rumah saja: Charlton Athletic. (Waktu itu) klub ini masih anggota Premiership dan jarak stadion hanya empat pemberhentian bus saja dari rumah -- atau kalau kepepet jalan kaki cuma 20 menit.

Awalnya ia agak enggan karena ingin menonton tim besar. Tetapi dengan alasan mahal, jauh, dan transportasi yang belum tentu gampang ia akhirnya setuju. Dan lagi, pertandingan klub besar itu bisa kami tonton di televisi.

"Tiket juga gampang. Ada teman orang Indonesia pemegang tiket musiman Charlton. Rumahnya dekat stadion dan ia biasanya tidak nonton karena biasanya liburan Natal dengan keluarga istrinya yang asli orang Inggris. Tiketnya bisa kita pinjam,’" ujar saya meyakinkan.



Begitulah. Di sebuah sore menjelang Natal, kami terselip di salah satu tribun The Valley, stadion milik Charlton. Walau sudah berpakaian hangat berlapis-lapis tetap saja kami menggigil kedinginan. Suhu hanya sedikit di atas titik beku. Angin Desember yang memang selalu kencang membuat suhu menjadi lebih dingin lagi sehingga rahang kami seperti bergemeretak beradu.

Saya tidak terlalu menikmati jalannya pertandingan. Bukan karena yang bermain "hanya" Charlton dan Blackburn. Namun, sepanjang pertandingan yang terbayang adalah kehangatan pemanas ruangan di rumah.

Usai pertandingan kami memutuskan untuk berjalan kaki saja pulangnya, sambil menyusuri Sungai Thames -- sambil tentu saja membicarakan pertandingan. Saya tidak terlalu ingat hasilnya, kalau tidak salah 0-2 untuk Blackburn. Tapi saya selalu ingat garis besar pembicaraan kami.

Komentar