Hamstring! Lagi-lagi Hamstring

thumbnailClaudio Villa/Getty Images
"Bang Mat!" panggil seorang pemain. "Otot saya di bawah ini sakit banget!" ujarnya sambil memegang bagian yang sakit dan melakukan pergerakan yang malah membuat otot tersebut semakin tak nyaman.

Ya, dapat ditebak otot tersebut adalah hamstring.

Dalam dunia sepakbola, otot hamstring boleh jadi otot yang paling populer di kalangan para fans. Tentu karena sering menyaksikan atau mendengar pemain yang terkena cedera hamstring. Ya, saat bertanding, memang banyak pemain yang lalu ditarik keluar karena otot ini terganggu.

Pada saat terjadi serangan balik yang cepat, atau pada saat kiper harus dengan cepat keluar untuk mengantisipasi penyerang, atau saat pemain tengah mengejar pemain depan yang cepat, atau pada saat sprint. Nah, pada momen-momen seperti inilah cedera hamstring terjadi.

Hamstring sendiri termasuk jenis otot cepat (fast twitch). Otot-otot ini tak memerlukan oksigen pada saat melakukan kontraksi di sprint (salah satu alasan mengapa kram terjadi, akan dibahas pada lain waktu).

Otot ini terbentuk dari empat otot berbeda, yang memiliki fungsi dan tugas yang sama. Letak awal/asal mereka pun sama yaitu di sebuah titik di bawah hip. Dua otot berakhir di sisi samping luar lutut, sementara dua lainnya berakhir di sisi dalam lutut.

Pada tubuh manusia otot bertugas untuk menggerakkan sebuah sendi untuk melakukan sebuah aktivitas. Dan biasanya otot hanya melewati hanya satu persendian. Ini berbeda dengan hamstring. Otot ini adalah salah satu otot yang melewati dua persendian sekaligus.

Karena hamstring melewati dua persendian, maka tugas otot ini juga untuk melakukan pergerakan di dua persendian, yaitu lutut dan pinggul. Dari penjelasan ini sebenarnya sudah bisa disimpulkan mengapa cederahamstring itu terjadi. Tetapi lebih menarik jika dibahas belakangan.

Paling Sering di Sepakbola

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di Liga Inggris selama dua musim berturut-turut, dikonfirmasi bahwahamstring merupakan cedera yang paling sering terjadi di sepakbola. Jika terkena cedera ini rata-rata seorang pemain akan tidak bermain selama 90 hari. Ia juga bisa kehilangan kurang lebih 15 pertandingan (sumber:British Medical Journal).

Komentar