Melawan di Lapangan Hijau Lewat Nama dan Logo

thumbnailGetty Images/Jeff J. Mitchell
Pameo bahwa Inggris adalah tanah air sepakbola boleh saja digugat. Namun, bahwa aturan sepakbola modern lahir di tanah Britania Raya, di era Victorian, memang benar adanya.

Sebagaimana disebutkan Jonathan Wilson dalam buku "Inverting The Pyramid", sepakbola yang tertata, lengkap dengan perangkat-perangkatnya, memang tercipta dan populer di asrama-asrama sekolah Inggris.

Menumpang ekspansi kolonialisme Inggris, sepakbola pun mengumbara ke seantero penjuru dunia. Ia menyebar mulai dari kumuhnya jalanan koloni-koloni tanah jajahan di Asia, Afrika, dan Amerika, hingga megahnya jalan andesit kota-kota metropolitan di Eropa.

Para pengembara Inggris yang memperkenalkan sepakbola kemudian membentuk klub-klub di tempat baru. Karenanya, banyak kosa kata berbahasa Inggris yang dipakai dalam aturan. Ini membuat kaitan antara Inggris dan sepakbola makin kental.

Tak hanya aturan, terkadang penamaan klub-klub pun mengambil serapan dari Bahasa Inggris. "Sporting Club", "Football Club", "Racing Club" jadi nama-nama yang lazim disandangkan pada identitas klub olahraga. Terkadang, serapan Inggris juga dicampuradukan dengan nama lokal setempat. "Old Boys", "Young Boys", "Juniors", "Young Fellows" terdengar tak asing di nama-nama klub Amerika Latin, bukan?

Meminimalisir Pengaruh Inggris lewat Sepakbola

Dulu, memakai eblem-emblem Inggris terasa wah. Bahkan tak jarang klub-klub pun menterjemahkan identitas mereka kedalam bahasa Inggris. Misalnya saja River Plate. Kendati Argentina mengobarkan bendera perang dengan Inggris, mereka lebih bangga dengan nama itu ketimbang gunakan Rio De Plata.

Di Italia, jika dirunut sejarah penamaan klub, Internazionale tentu lebih nasionalis ketimbang AC Milan. Kata "Milan" sendiri adalah kosakata Inggris yang diubah dari bahasa Italia "Milano".

Masalah muncul ketika bahasa Inggris tak hanya mampir di logo klub, tapi juga di lapangan. Misalnya saja satu klub Prancis yaitu The White Rovers. Pada 1891, klub ini mendeklarasikan bahwa bahasa Inggris wajib digunakan dalam percakapan pemain di lapangan. Pemaksaan ini tak salah tentunya, karena toh Inggris-lah yang mengenalkan sepakbola. Tapi pada kalangan orang-orang yang dengki dan iri pada Inggris, hal ini dirasa berlebihan.

Di Italia sendiri sepakbola memang tak terlalu diterima di masa-masa awal kedatangannya. "Play, dress and swear the English way," ejek orang Italia yang tak suka dengan pengaruh Inggris di sepakbola tersebut.

Komentar